Tafsir Surah Saffat Ayat 169 – 182 (Kemenangan untuk kebenaran)

Ayat 169: Sambung kata-kata Musyrikin Mekah yang kalaulah mereka dapat wahyu dari Allah.

لَكُنّا عِبادَ اللهِ المُخلَصينَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

We would have been the chosen servants of Allāh.”

(MELAYU)

benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa)”.

 

Mereka kata jikalau mereka dapat wahyu dari Allah, maka mereka akan menjadi orang yang beriman. Mereka kata yang mereka akan taat dan mereka akan betul-betul selamat.

Ini adalah kata-kata mereka sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul. Kononnya mereka kata mereka akan ikut wahyu itu. Kata-kata mereka ini juga ada disebut dalam Fatir:42

وَأَقسَموا بِاللهِ جَهدَ أَيمٰنِهِم لَئِن جاءَهُم نَذيرٌ لَّيَكونُنَّ أَهدىٰ مِن إِحدَى الأُمَمِ ۖ فَلَمّا جاءَهُم نَذيرٌ مّا زادَهُم إِلّا نُفورًا

Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran),


 

Ayat 170: Tapi apa yang terjadi apabila Nabi Muhammad telah diangkat dan benar-benar wahyu disampaikan kepada mereka?

فَكَفَروا بِهِ ۖ فَسَوفَ يَعلَمونَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

But they disbelieved in it,¹ so they are going to know.

  • i.e., in their own message, the Qur’ān.

(MELAYU)

Tetapi mereka mengingkarinya (Al Quran); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).

 

Kata-kata mereka itu kosong sahaja kerana apabila Allah lantik Nabi Muhammad, mereka tolak baginda dan wahyu yang baginda bawa. Maknanya, kata-kata mereka sebelum itu yang hendak taat kepada wahyu itu adalah bohong sahaja.


 

Ayat 171: Ayat tabshir. Allah nak pujuk Nabi Muhammad yang telah ditolak dan ditentang oleh umat baginda sendiri.

وَلَقَد سَبَقَت كَلِمَتُنا لِعِبادِنَا المُرسَلينَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

And Our word [i.e., decree] has already preceded for Our servants, the messengers,

(MELAYU)

Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,

 

Allah telah meletakkan takdir dari Lauh Mahfuz lagi kepada para rasul. Apakah takdir itu?


 

Ayat 172: 

إِنَّهُم لَهُمُ المَنصورونَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

[That] indeed, they would be those given victory

(MELAYU)

(yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.

 

Allah beritahu yang pasti para Rasul akan berjaya mengatasi kaum mereka. Ini seperti yang disebut dalam ayat yang lain:

{كَتَبَ اللهُ لأغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي إِنَّ اللهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ}

Allah telah menetapkan, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.” Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi Mahaperkasa. (Al-Mujadilah: 21)

Ayat ini memberitahu kita satu perbezaan di antara ‘nabi’ dan juga ‘Rasul’. Nabi ada juga yang dibunuh tetapi para Rasul akan sentiasa mendapat pertolongan dan perlindungan daripada Allah. Sebagai contoh, Nabi Yahya telah dibunuh. Dan ramai juga Nabi dari kalangan Bani Israil yang dibunuh oleh bangsa mereka sendiri.

Jadi, janji Allah dalam ayat ini adalah kepara ‘Rasul’, dan bukan kepada Nabi.


 

Ayat 173:

وَإِنَّ جُندَنا لَهُمُ الغٰلِبونَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

And [that] indeed, Our soldiers [i.e., the believers] will be those who overcome.¹

  • If not in this world, then definitely in the Hereafter.

(MELAYU)

Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang,

 

Tentera Allah yang dimaksudkan ada banyak, termasuk para malaikat, anbiya’ dan pengikut mereka.

Walaupun kadangkala para pengikut kebenaran dalam keadaan lemah, tapi Allah hendak memberitahu yang akhirnya mereka akan menang. Kebenaran yang mereka sampaikan itu akhirnya akan tertegak. Mungkin bukan pada hayat mereka, tapi pada hayat anak-anak mereka.

Dan kalau mereka tidak menang di dunia, mereka tetap akan menang di akhirat kelak. Ini seperti yang Allah sebut di tempat yang lain:

{إِنَّا لَنَنْصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الأشْهَادُ}
Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat) (Al-Mu-min: 51)

 

Ayat 174: Ayat zajrun dan takhwif duniawi.

فَتَوَلَّ عَنهُم حَتّىٰ حينٍ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

So, [O Muḥammad], leave them for a time.

(MELAYU)

Maka berpalinglah kamu (Muhammad) dari mereka sampai suatu ketika.

 

Maka Allah memberitahu kepada Rasulullah dan para sahabat supaya jangan risau dengan ganggunan dan kezaliman golongan musyrikin Mekah itu. Waktu itu mereka memang dalam keadaan lemah dan pemuka Quraish yang berkuasa. Maka Allah memberitahu baginda supaya jangan bersedih dengan penolakan mereka. Dalam ayat sebelum ini telah diberitahu yang para Rasul akan dibantu.

Artinya, bersabarlah kamu dalam menghadapi gangguan mereka yang menyakitkan terhadap dirimu, tunggulah sampai batas waktu yang ditetapkan; kerana sesungguhnya Kami akan menjadikan bagimu kesudahan yang baik, pertolongan dari Kami dan kemenangan.


 

Ayat 175:

وَأَبصِرهُم فَسَوفَ يُبصِرونَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

And see [what will befall] them, for they are going to see.

(MELAYU)

Dan lihatlah mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).

 

Kalau mereka tetap degil juga, maka nanti tengoklah apa yang akan terjadi kepada mereka. Kamu akan lihat mereka dimasukkan ke dalam neraka dan mereka sendiri akan melihat suasana dalam neraka itu! Ungkapan ini mengandung ancaman dan peringatan terhadap mereka.

Ketika ayat ini diturunkan, umat Islam waktu itu amat lemah di Mekah. Tapi dalam masa lebih kurang 15 tahun, penduduk Arab dapat melihat bagaimana Nabi Muhammad bersama dengan para sahabat telah dapat memasuki Mekah dan menakluki Mekah.

Dan setelah Islam semakin kuat, golongan Arab yang dipandang sepi sahaja oleh penduduk dunia yang lain telah dapat menakluki sebahagian besar dunia ini apabila mereka berpegang kepada wahyu Allah. Semua ini tidak dapat dinafikan kerana ianya sudah ada dalam lipatan sejarah.


 

Ayat 176:

أَفَبِعَذابِنا يَستَعجِلونَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

Then for Our punishment are they impatient?

(MELAYU)

Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan?

 

Azab yang dijanjikan dalam neraka itu amatlah teruk sekali. Tapi ada orang kafir yang menentang ajaran tauhid telah mengejek orang yang berdakwah kepada mereka dengan berkata: “kalau benar kami akan masuk neraka, maka berilah azab itu sekarang! Mana dia azab itu?”

Maka Allah menegur mereka: adakah patut mereka minta azab disegerakan? Sepatutnya mereka minta diselamatkan dari azab tapi mereka minta disegerakan. Orang jenis apa itu?


 

Ayat 177: Oleh kerana mereka minta azab, maka Allah beri azab kepada mereka.

فَإِذا نَزَلَ بِساحَتِهِم فَساءَ صَباحُ المُنذَرينَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

But when it descends in their territory, then evil is the morning of those who were warned.

(MELAYU)

Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.

 

Ini adalah apabila azab turun di halaman rumah mereka. Azab yang mereka minta-minta dahulu, sekarang sudah sampai. Dulu telah diancamkan kepada mereka, tapi mereka tidak percaya. Maka, rasalah sekarang.


 

Ayat 178:

وَتَوَلَّ عَنهُم حَتّىٰ حينٍ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

And leave them for a time.

(MELAYU)

Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika.

 

Ini kali kedua Allah beri nasihat kepada Nabi untuk tidak pedulikan mereka yang menentang. Allah nasihat supaya jangan peduli apa yang mereka kata dan jangan bersedih dengan keadaan mereka itu.


 

Ayat 179:

وَأَبصِر فَسَوفَ يُبصِرونَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

And see, for they are going to see.

(MELAYU)

Dan lihatlah, maka kelak mereka juga akan melihat.

 

Kamu tengoklah nanti apa yang akan terjadi kepada mereka dan mereka juga akan melihat.


 

Ayat 180: Sekarang kita masuk ke dalam kesimpulan surah.

سُبحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمّا يَصِفونَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

Exalted is your Lord, the Lord of might, above what they describe.

(MELAYU)

Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan.

 

Allah maha suci dari apa yang mereka katakan itu. Apa yang mereka sifatkan tentang Allah tidak benar sama sekali.

Allah tidak memerlukan pasangan, tidak memerlukan anak dan tidak memerlukan perantaraan dalam berdoa. Kerana Allah Maha Perkasa. Allah bukan seperti manusia yang memerlukan semua itu.


 

Ayat 181:

وَسَلٰمٌ عَلَى المُرسَلينَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

And peace upon the messengers.

(MELAYU)

Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul.

 

Sekali lagi Allah memberi kesejahteraan kepada para Rasul yang telah menjalankan tugas mereka.


 

Ayat 182: 

وَالحَمدُ ِللهِ رَبِّ العٰلَمينَ

(SAHEEH INTERNATIONAL)

And praise to Allāh, Lord of the worlds.

(MELAYU)

Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

 

Dan akhir sekali Allah memuji DiriNya sendiri. Kerana Allah memang layak dipuij. Segala pujian yang khas adalah milik Allah.

Allahu a’lam. Sekian tafsir Surah Saffat ini. Sambung ke surah yang seterusnya, Surah Sad.

Tarikh: 14 Februari 2018


Rujukan: 

Maulana Hadi

Nouman Ali Khan

Tafsir Ibn Kathir

Tafhim-ul-Qur’an, Abul A’la Maududi

Published by

CelikTafsir

Blog mentafsir Quran berdasarkan fahaman Sunnah dan salafussoleh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s